RPP SDLB Tematik kelas 2

Standar

Rencanan Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)  Tematik

 

 

Nama Sekolah     : SLB-C MUZDALIFAH MEDAN

Tema                    :  Tempat Umum

Kelas/Semester    :  II / 1

Alokasi Waktu     : 3 minggu

 

Standar Kompetensi :

1. PKN          

  • Membiasakan hidup tertib di rumah dan di sekolah

2. IPS

  • Memahami istilah yang berhubungan dengan lingkungan sekitarnya.
  • Memahami penggunaan waktu

3. IPA                                    

  • Memahami berbagai sumber energi

4. Matematika                       

  • Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 10
  • Menggunakan pengukuran waktu, panjang dan berat dalam pemecahan masalah.

5. Bahasa Indonesia 

Mendengarkan                 

  • Mendengarkan pembacaan teks pendek dan p.uisi anak.

Berbicara                         

  • Bertanya kepada orang yang belum dikenal dan menampilkan cerita puisi.

Membaca                         

  • Memahami teks pendek dengan membaca lancar dan membaca puisi anak.

Menulis                             

  •  Menulis permulaan melalui kegiatan melengkapi cerita dan dikte.

6. Seni Budaya  Keterampilan 

  • Melakukan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivasi jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

 

Kompetensi Dasar  :

1.   PKN

  • Melaksanakantata tertib di rumah.
  • Memberikan contoh perbuatan tata tertib di rumah.
  • Mematuhi tata tertib di sekolah.
  • Menyebutkan contoh tata tertib yang ada di sekolah.

2.   IPS

  • Mengenal benda-benda di sekitar sekolah dan ruang-ruang yang ada di sekolah.
  • Mengidentifikasi jam kegiatan sekolah dan mengidentifikasi jam kegiatan seusai sekolah.

.3.   IPA

  • Menyebutkan berbagai sumber energi yang ada di lingkungannya.
  • Menyebutkan manfaat energi terhadap makhluk hidup.
  • Menyebutkan kegunaan energi dalam kehidupan sehari-hari.

4.   Matematika

  • Melakukan penjumlahan banyak benda sampai 10.
  • Melakukan penjumlahan sampai 10.
  • Mengurutkan bilangan 1-10.
  •  Melakukan pengurangan banyak benda sampai 10.
  1. 5.      Bahasa Indonesia
  • Menyebutkan kembali dengan kata-kata atau kalimat sendiri isi teks pendek .
  • Mendeskripsikan isi puisi
  • Bertanya kepada orang lain dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dan santun berbahasa.
    • Mendeklamasikan puisi dengan ekpresi yang tepat.
    • Menyimpulkan isi teks pendek ( 3-5 kalimat ).
    • Menjelaskan isi puisi anak yang dibaca.
    • Menulis kalimat sederhana yang didiktekan guru dengan menggunakan huruf sambung dan memperhatikan penggunaan huruf capital tanda titik.

6.   Seni Budaya Keterampilan.

  • Melakukan gerak dasar jalan, lari, lompat yang bervariasi dalam permainan menyenangkan.
  • Melakukan gerak dasar memutar, mengayun, menekuk lutut dalam berbagai variasi permainan sederhana.
  • Melakukan gerak dasar melempar, menangkap,  menendang dan mengiringi bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana.

I.    Tujuan Pembelajaran****:

      Siswa dapat  :

  • Melaksanakan tata tertib yang ditetapkan oleh sekolah.
  • Melaksanakan perbuatan tat tertib di lingkunagn rumah yang ditetapkan oleh keluarga.
  • Menceritakan suasana dan keadaan lingkungan sekolah.
  • Menceritakan pengalaman penting  yang  menyenangkan di sekolah.
  • Menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan di sekolah.
  • Menceritakan suasana dan keadaan lingkungan rumah.
    • Mengidentifikasi jam yang sesuai dengan kegiatan sekolah.
    • Mengidentifikasi jam yangb sesuai dengan kegiatas seusai pulang sekolah.
    • Mengelompokkaan kegiatan yang sesuai dengan jam sekolah.
    • Mengelompokkan kegiatan yang sesuai dengan jam seusai sekolah.
    • Menyebutkan jenis kegiatan yang dilakukan disekolah.
    • Menyebutkan jenis kegiatan yang dilakukan dirumah.
    • Menyebutkan bilangan angka 1-10.
      • Mengurutkan bilangan 1-10.
      • Menjumlahkan banyak benda sampai 10.
      • Membandingkan berat dua buah benda dengan istilah lebih berat, lebih ringan, sama berat.
      • Menimbang benda dengan kedua tangan.
      • Mendengarkan teks pendek yang dibacakan guru.
      •  Menjawab pertanyaan tentang isi teks pendek yang dibacakan guru
      • Menceritakan kembali isi teks bacaan dengan bahasa sendiri.
      • Membaca teks dengan bersuara.
      • Menceritakan kembali isi bacaan.
      • Membaca puisi
      • menceritakan isi puisi.
      • Menyalin kalimat dengan menggunakan huruf tegak bersambung.
      • Menyanyikan lagu dengan syair yang benar.
      • Bergerak sesuai dengan perintah guru.
      • Melakukan gerak dasar (jalan, lari, dan lompat) sesuai denagn perintah.
      • Melakukan menangkap dan melempar bola dengan fokus dan terarah.
  • Menggunakan huruf capital dalam kalimat.

 

Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )

Tekun ( diligence )

Tanggung jawab ( responsibility )

Ketelitian ( carefulness)

Kerja sama ( Cooperation )

Toleransi ( Tolerance )

Percaya diri ( Confidence )

Keberanian ( Bravery )

 

II. Materi Ajar  ( Materi Pokok ) :

  • Hidup tertib di lingkungan sekolah dan rumah.
  • Karton angka
  • Benda-benda disekitar sekolah.
  • Kegiatan sekolah dan kegiatan seusai sekolah.
  • Alat ukur panjang tidak baku dan baku.
  • Mendengarkan teks pendek.
  • Puisi
  • Membaca bersuara
  • Melengkapi kalimat.
  • Menulis pengalaman
  • Bergerak variasi
  • Menyanyikan lagu

 

III. Metoda Pembelajaran :

  • Ceramah
  • Diskusi.
  • Tanya jawab.
  • Demontrasi.
  • Pemberian tugas.

 

IV. Langkah-langkah pembelajaran :

A.  Kegiatan awal :

Apresepsi/ Motivasi :

  • Mengisi daftar kelas , berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga.
  • Memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca.
  • Mengumpulkan tugas/ PR

 

B. Kegiatan inti   :

Minggu ke 1

 

Pertemuan pertama  :  3  x 35 menit  ( Matematika, B. Indonesia )

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F Siswa mendengarkan dan menyimak sebuah cerita

F penjelasan guru tentang membandingkan berat benda

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Siswa mendengarkan dan menyimak sebuah cerita yang dibacakan guru , kemudian menyalinnya ke dalam stulisan apa yang didengarnya.

F Melalui penjelasan guru tentang siswa mengurutkan banyak benda yang ada di kelas dan dapat menjumlahkan dengah benar.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

Pertemuan ke dua   3 x 35 menit  ( Matematika, B. Indonesia, IPS)

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Menyelesaikan soal tentang penjumlahan bilangan 1-10.

F Setelah menyimak bacaan guru, siswa menjawab pertanyaan sesuai dengan isi cerita.

F Dengan penjelasan guru tentang sebuah percakapan penting yang pernah dialami seseorang baik itu menyenangkan maupun tidak menyenangkan, diharapkan siswa dapat menceritakan pengalamannya sendiri  yang menyenangkan di sekolah dan dirumah.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

Peretemuan ke tiga  3  x 35 menit ( Matematika, , B Indonesia )

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Siswa dapat mengerjakan soal penjumlahan 1-10.

F Setelah mendengarkan teks pendek yang dibacakan guru , siswa dapat menceritakan kembali dengan bahansa sendiri.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

Pertemuan ke empat  3 x 35 menit ( B.Indonesia ,PKN , IPA )

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Melalui penjelasan guru tentang lingkungan alam siswa dapat menyebutkan contoh sumber energi yang ada di sekitar lingkungan.

F Memperagakan pembacaan puisi di depan kelas.

F Melalui penjelasan guru tentang ketertiban dan kerukunan, siswa dapat mencontohkan sikap ketertiban yang harus dlaksanakan disekolah.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

Pertemuan ke lima   3  x 35 menit  (B. Indonesia, IPS, Matematika )

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Menyimak , menafsirkan, dan menjelasakna isi puisi yang dibacakan oleh teman.

F Melalui penjelasan guru, diharapkan siswa dapat memberikan tanggapan positif terhadap cerita yang disampaikan teman.

F Menjelaskan cara  penjumlahan bilangan 1-10.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

 

    Pertemuan ke enam   4  x 35 menit  (Matematika , IPS, SBK )

  • § Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

F melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber.

F menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain.

  • § Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

F Mengerjaakan soal yang berhubungan dengan penjumlahan.

F Melalui penjelasan guru diharapkan siswa dapat menngelompokkan jenis-jenis sumber energi yang ada disekitar lingkungan.

F Melalui penjelasan guru, guru menyampaikan manfaat energi yang ada disekitar lingkungan.

F Melalui musik irama, siswa dapat bergerak dengan variasi mengikuti irama musik.

  • § Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru:

F Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

F Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan

C.  Kegiatan akhir

Dalam kegiatan akhir, guru:

F Membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan.

F Mengerjakan post tes

F Pemberian PR / tugas

 

V.  Alat dan Sumber Belajar

  • Buku Sumber :

F Buku Pengetahuan sosial SD kelas 2 Penerbit Buku relevan

F Buku Sains SD Kelas 2 Penerbit Buku relevan

F Buku Pendidikan Kewarganegaraan kelas 2SD , Penerbit Buku relevan

F Buku Pelajaran Matematika SD Kelas 2 Penerbit Buku relevan.

F Buku Bina Bahasa Idonesia dan Sastra SD Kelas 2 Penerbit Buku relevan

F Buku Saya Ingin Terampil dan Kreatif D kelas 2 Penerbit Buku relevan.

  • Alat Peraga  :

F Alat ukur ( meteran, mistar )

F Gambar  benda-benda langit

F Foto keadaan sekolah dan rumah.

F Kayu dan buku.

Diketahui Oleh

Kepala Sekolah…………..

 

 

 

(                                          )

 

  …………..,…………….20……..

Guru Kelas

 

 

 

(                                         )

 

Sedikit Tulisan Mengenai Disabilitas (Penyandang Cacat)

Standar

Assalamu’alaiku wr wb teman-teman, ini dia informasi yang mungkin dapat membantu dan menambah pengetahuan kita tentang dunia disabilitas. awalnya saya juga tidak tahu sama sekali tentang disabilitas ini. tapi, Allah swt yang mempertemukan saya dengan anak-anak disabilitas di SLB-C Muzdalifah.  saya yakin lebih dari 200 juta warga negara Indonesia, hanya 10% yang baru mentadari bahwa penyandang disabilitas (penyandang cacat) “Grahita” atau yang lebih dikenal idiot, cacat mental, autis, dll. di sini, saya akan coba berikan sedikit informasi yang dapat meluruskan dan mengklasifikasikan jenis dari golongan disabilitas ini.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia NO. 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang Cacat dijelaskan bahwa : 

(1) Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari:

  1. penyandang cacat fisik;
  2. penyandang cacat mental;
  3. penyandang cacat fisik dan mental.

(2) Derajat kecacatan adalah tingkat berat ringannya keadaan cacat yang disandang seseorang.

(3) Kesamaan kesempatan adalah keadaan yang memberikan peluang kepada penyandang cacat untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.

dari artikel yang diatas, dapat disimpulkan bahwasannya penyandang disabilitas tidak bisa dilihat hanya dari kemampuan inteligensinya saja melainkan juga harus lebih diperhatikan dari tingkat kondisi anak penyandang disabilitas tersebut.

Setelah saya berkecimpung selama satu tahun dalam dunia pendidikan luar biasa Muzdalifah ini atau yang lebih tepatnya SLB-C Muzdalifah, saya akan berbagi jenis sekolah yang sesuai dengan jenis penyandang disabilitas.

  1. SLB-A, dikelompokkan untuk Tunanetra, yaitu penyandang disabilitas yang memiliki gangguan pada penglihatan.
  2. SLB-B, dikelompokkan untuk Tunarungu, yaitu penyandang disabilitas yang memiliki gangguan pada pendengaran atau bicara (bisu).
  3. SLB-C, dikelompokkan untuk Tunagrahita, yaitu penyandang disabilitas yang memiliki gangguan pada mental, inteligensi, tingkah laku dan kecerdasan emosional (autis, down syndrome dan sejenisnya).
  4. SLB-D, dikelompokkan untuk Tunadaksa, yaitu penyandang disabilitas yang memiliki gangguan pada anggota tubuhnya mengalami kelainan. (berbentuk atau berfungsi tidak sesuai dengan semestinya).

Pada halaman yang saya buat unutuk khusus untuk sekolah SLB-C (penyandang disabilitas grahita). Salah satu definisi mengenai tunagrahita yang menggambarkan keadaan anak sesungguhnya dikemukakan oleh American Association on Mental Deficiency (AAMD) yang dikutip Hallahan dan Kauffman (1991:46) adalah: “Ketunagrahitaan mengacu pada fungsi intelektual yang secara jelas berada di bawah rata-rata/normal disertai dengan kekurangan dalam tingkah laku penyesuaian dan terjadi dalam periode perkembangan.” (Alih bahasa, Somantri, 2006:104).

Klasifikasi Pada Tunagrahita :

  1. Tunagrahita Ringan,Golongan Tunagrahita yang ringan yaitu mereka yang masih bisa dididik pada masa dewasanya kelak, usia mental yang bisa mereka capai setara dengan anak usia 8 tahun hingga usia 10 tahun 9 bulan. Dengan rentang IQ antara 55 hingga 69. Pada usia 1 hingga 5 tahun, mereka sulit dibedakan dari anak-anak normal, sampai ketika mereka menjadi besar. Biasanya mampu mengembangkan keterampilan komunikasi dan mampu mengembangkan keterampilan sosial. Kadang-kadang pada usia dibawah 5 tahun mereka menunjukkan sedikit kesulitan sensorimotor. Pada usia 6 hingga 21 tahun, mereka masih bisa mempelajari keterampilan-keterampilan akademik hingga kelas 6 SD pada akhir usia remaja, pada umumnya sulit mengikuti pendidikan lanjutan, memerlukan pendidikan khusus.
  2. Tunagrahita Sedang
    Tunagrahita golongan moderate ini, masih bisa dilatih (mampu latih). Kecerdasannya terletak sekitar 40 hingga 51, pada usia dewasa usia mentalnya setara anak usia 5 tahun 7 bulan hingga 8 tahun 2 bulan. Biasanya antara usia 1 hingga usia 5 tahun mereka bisa berbicara atau bisa belajar berkomunikasi, memiliki kesadaran sosial yang buruk, perkembangan motor yang tidak terlalu baik, bisa diajari untuk merawat diri sendiri, dan bisa mengelola dirinya dengan supervisi dari orang dewasa. Pada akhir usia remaja dia bisa menyelesaikan pendidikan hingga setara kelas 4 SD bila diajarkan secara khusus.
  3. Tunagrahita Berat
    Tungrahita yang tergolong parah, atau yang sering disebut sebagai Tunagrahita yang mampu latih tapi tergantung pada orang lain. Rentang IQ-nya terletak antara 25 hingga 39 . Pada masa dewasanya dia memiliki usia mental setara anak usia 3 tahun 2 bulan hingga 5 tahun 6 bulan. Biasanya perkembangan motoriknya buruk, bicaranya amat minim, biasanya sulit dilatih agar bisa merawat diri sendiri (harus dibantu), seringkali tidak memiliki keterampilan berkomunikasi.

Semoga bermanfaat…. ^_^

 

Sekilas Tentang Kami (SLB-C Muzdalifah)

Standar

Mungkin kita semua setuju bahwa tidak ada seorangpun mau, jika lahir atau hidup dalam keadaan kekurangan atau kecacatan. Tak seorangpun yang dapat memprediksikan bahwa kelak ia lahir dan hidup dalam keadaan cacat. Jika dihadapankan pada pilihan untuk lahir dan hidup dalam keadaan yang cacat, mungkin kita bisa menjawab lebih baik mati dari pada hidup dalam keadaan yang cacat. Pendapat seperti ini tentu sangat bertentangan, karena hidup ini adalah anugerah sebagai wujud cinta Tuhan bagi kita. Hal ini memang tak mudah untuk dipahami apalagi diterima begitu saja. Maka penyadaran kepada semua pihak untuk dapat mengerti bahwa manusia adalah titipan ilahi adalah bagian dari perjuangan kami dalam karya kasih yang kami layani di SLB – C Muzdalifah Medan. Selanjutnya bagi anak sendiri, kami yakin bahwa setiap orang mempunyai kemungkinan kemampuan untuk dapat melakukan segala sesuatu dalam kapasitas yang mereka miliki. Inilah yang menjadi semangat dan jiwa bagi kami, segenap guru dan karyawan yang melayani anak-anak tuna grahita di Medan, kecamatan Medan Amplas ini. Maka perubahan sekecil apapun yang terjadi pada anak adalah sebuah perkembangan dan kemajuan yang luar bisa. Bersama segenap anggota masyarakat, para guru dan anak-anak, kami terus tingkatkan kerjasama yang baik untuk lebih memahami keberadaan dan perkembangan dari anak-anak yang kami layani.